Monday, August 29, 2016

Haruskah Kita Berguru????

Haruskah Kita Berguru???? - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Haruskah Kita Berguru????, Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Haruskah Kita Berguru???? kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Haruskah Kita Berguru????

Ringkasan materi selanjutnya:


Haruskah Kita Berguru????

Rasulullah mengajarkan kepada kita agar kita berguru kepada orang yang memiliki kejujuran dan komitmen yang tinggi untuk mengantarkan kita menuju ridla Allah SWT.
Walaupun kita tahu bahwa Rasulullah adalah manusia yang paling utama di antara makhluk lainnya. Tetapi beliau tidak menghilangkan rasa rendah hatinya di hadapan Allah dengan selalu menunggu bimbingan dari Allah melalui malaikat Jibril AS.
Hal itu memberikan teladan kepada kita sebagai umatnya agar kita tetap berguru kepada orang lain walaupun diantara kita mungkin telah memiliki ilmu dan pengetahuan yang cukup tentang agama Islam. Oleh karena itu, tidaklah cukup jika mengandalkan apa yang kita baca misalnya kitab, buku, internet atau yang lainnya.
seperti halnya para sahabat nabi, mereka semua dikatakan sahabat nabi karena pernah bertemu nabi secara langsung dan benar-benar mengikuti apa yang ajarkan oleh nabi. Walaupun hidup semasa dengan nabi dan mengikuti ajaran nabi Muhammad misalnya Uwais Al-Qarni yang belum sempat bertemu dengan nabi maka dia tidak disebut sebagai sahabat nabi. Maka dari itu, kita hendaknya mencari orang yang berguru kepada guru yang benar-benar berguru yang sanadnya kuat kepada Rasulullah, yang memiliki kejujuran dan amanah terhadap apa yang dipelajari dari gurunya. agar kita termasuk orang yang benar-benar mengikuti ajaran nabi Muhammad SAW.



Bagai sobat Aswaja-Haruskah Kita Berguru????

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Haruskah Kita Berguru???? dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Haruskah Kita Berguru????, Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Haruskah Kita Berguru????

0 comments:

Post a Comment