Saturday, May 21, 2016

Tunduk dan cium tangan guru

Tunduk dan cium tangan guru - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Tunduk dan cium tangan guru , Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Tunduk dan cium tangan guru kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Tunduk dan cium tangan guru

Ringkasan materi selanjutnya:


Tunduk dan cium tangan guru

 Tunduk dan cium tangan guru 
Dahulu ada seorang lelaki yang sedang berjalan tiba-tiba terjumpa dengan Guru Mulia Al Musnid Al Arif Billa Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Bin Syech Abu bakar bin Salim.
.
Dia bertanya kepada Habib Umar bin Hafidz :
"Mengapa kamu membenarkan anak muridmu menundukkan badan lalu mencium tangan mu,kamu tidak sedar telah melakukan perbuatan syirik kepada Allah dan sepatutnya yang kita sembah hanya Allah SWT bukan mahkluk, kamu ini mengajarkan anak muridmu perbuatan yang syirik",
.
Dengar pertanyaan seperti ituh Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz hanya membalas dengan senyuman kepada lelaki itu,selepas itu habib Umar mengambil pen yang berada di kantung baju lelaki tersebut lalu menjatuhkan nya ke lantai.
.
Lalu orang itu pun menunduk ingin mengambil pen nya namun Habib Umar menahann nya lalu Habib Umar pun berkata, "Apa yang akan engkau lakukan jangan menunduk kebawah". Kemudian orang tersebut berkata, "Tidak,aku hanya ingin mengambil pulpen ku saja"
.
Lalu Habib Umar kembali berkata, "Engkau tidak boleh menunduk ke bawah menyembah pen, yang kita sembah hanyalah Allah SWT."
.
Orang itu berkata kembali, "Tidak,aku bukan menyembah pen aku hanya berniat mengambil pen aku sahaja bukan untuk menyembah".
.
Lalu Habib Umar tersenyum dan berkata kembali, "Begitu pula anak-anak muridku. Mereka hanya bersalaman dengan menundukkan badan bukan karena ingin menyembahku namun mereka cuma ingin menghormatiku sebagai Guru mereka meskipun aku tidak menginginkan / meminta mereka seperti itu".
.
Dengan jawapan yang singkat itu dia pun puas dan mengerti makna yang sebenarnya. Sungguh indah jawapan untuk seseorang yang agak kurang mengerti makna menghormati.
.
Sollu 'alan nabiy!



Bagai sobat Aswaja- Tunduk dan cium tangan guru

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Tunduk dan cium tangan guru dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Tunduk dan cium tangan guru , Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tunduk dan cium tangan guru

0 comments:

Post a Comment