Monday, May 30, 2016

SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII

SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII, Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII

Ringkasan materi selanjutnya:


SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII

JASAD DAN KAIN KAFAN SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII MASIH UTUH HINGGA SEKARANG, WAFAT TAHUN 1897 M
Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani (bahasa Arab: محمد نووي الجاوي البنتني, lahir di Tanara, Serang, 1230 H/1813 M - meninggal di Mekkah, 1314 H/1897 M) adalah seorang ulama Indonesia yang terkenal di mancanegara (ulama Indonesia bertaraf internasional) dan Imam Masjidil Haram. Ia bergelar al-Bantani karena ia berasal dari Banten, Indonesia. Ia adalah seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis kitab, yang meliputi bidang-bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis. Jumlah karyanya mencapai tidak kurang dari 115 kitab. Karena kemasyhurannya, Syekh Nawawi Al-Bantani dijuluki Sayyid Ulama Al-Hijaz (Pemimpin 'Ulama Hijaz), Al-Imam Al-Muhaqqiq wa Al-Fahhamah Al-Mudaqqiq (Imam yang Mumpuni ilmunya), A’yan Ulama Al-Qarn Al-Ram Asyar li Al-Hijrah (Tokoh 'Ulama Abad 14 H), Imam Ulama’ Al-Haramain (Imam 'Ulama Dua Kota Suci).
Banyak murid-muridnya yang di belakang hari menjadi ulama besar, misalnya:
K.H. Hasyim Asyari (Pendiri Nahdhatul Ulama),
K.H. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah),
Syeh K.H Mas Abdurahman (Pendiri Mathla'ul Anwar)
K.H. Khalil Bangkalan,
K.H. Asnawi Kudus,
Syekh Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri Sempur, Plered, Purwakarta,
K.H. Arsyad Thawil, dan lain-lainnya.
Kiai Hasan Genggong, dari Pesantren Zainul Hasan Genggong, Genggong.
JASAD DAN KAIN KAFANNYA MASIH HINGGA HARI INI
Telah menjadi kebijakan Pemerintah Arab Saudi bahwa orang yang telah dikubur selama setahun kuburannya harus digali. Tulang belulang si mayat kemudian diambil dan disatukan dengan tulang belulang mayat lainnya. Selanjutnya semua tulang itu dikuburkan di tempat lain di luar kota. Lubang kubur yang dibongkar dibiarkan tetap terbuka hingga datang jenazah berikutnya terus silih berganti. Kebijakan ini dijalankan tanpa pandang bulu. Siapapun dia, pejabat atau orang biasa, saudagar kaya atau orang miskin, sama terkena kebijakan tersebut. Inilah yang juga menimpa makam Syaikh Nawawi. Setelah kuburnya genap berusia satu tahun, datanglah petugas dari pemerintah kota untuk menggali kuburnya. Tetapi yang terjadi adalah hal yang tak lazim. Para petugas kuburan itu tak menemukan tulang belulang seperti biasanya. Yang mereka temukan adalah satu jasad yang masih utuh. Tidak kurang satu apapun, tidak lecet atau tanda-tanda pembusukan seperti lazimnya jenazah yang telah lama dikubur. Bahkan kain putih kafan penutup jasad dia tidak sobek dan tidak lapuk sedikitpun.
Terang saja kejadian ini mengejutkan para petugas. Mereka lari berhamburan mendatangi atasannya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Setelah diteliti, sang atasan kemudian menyadari bahwa makam yang digali itu bukan makam orang sembarangan. Langkah strategis lalu diambil. Pemerintah melarang membongkar makam tersebut. Jasad dia lalu dikuburkan kembali seperti sediakala. Hingga sekarang makam dia tetap berada di Ma΄la, Mekah.



Bagai sobat Aswaja-SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII, Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII

0 comments:

Post a Comment