Saturday, April 9, 2016

Hebatnya Ulama dahulu, Memegang Pesan Orang tua

Hebatnya Ulama dahulu, Memegang Pesan Orang tua - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Hebatnya Ulama dahulu, Memegang Pesan Orang tua , Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Hebatnya Ulama dahulu, Memegang Pesan Orang tua kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Hebatnya Ulama dahulu, Memegang Pesan Orang tua

Ringkasan materi selanjutnya:


Hebatnya Ulama dahulu, Memegang Pesan Orang tua

Foto Pencinta Guru Sekumpul.


Hebatnya ulama Dahulu
Di kisahkan oleh guru ahmad...
Anak dari guru Mu'az....
Waktu itu....
Guru seman mulia dan guru salman jali...
Di kota makkah....
Guru salman jalil baucap :
Guru..di makkah nih..panas banar ari nya
Kita ke taif kaah...di sana hawa nya sejuk...
( Guru di mekkah ini, panas benar cuacanya kita ke taif saja kah disana udaranya sejuk )
Di jawab guru seman :
Pakai apa kita kesana.....
( pake kendaraan apa menuju kesana )
Guru salman...
Pakai unta guruae.....
( pakae kendaraan onta guru )
Guru seman..
Ulun manaiki unta tuh...rasa menaiki kuitan ulun guru ae....
( saya menaiki onta rasanya menaiki orang tua saya guru )
Guru salman..
Knpa bisa kaitu...guru....?
( ko kenapa bisa begitu Guru...? )
Lalu d jawab guru seman mulia...
"Kuitan ulun kdada manjulung duit nih hagan ke taif.....tpi hagan belajar di makkah..."
( orang tua saya ngga ada ngasih uang untuk jalan jalan ke tayif, akan tetapi ngasih uang untuk belajar di mekkah )
setelah mendangar apa yang dikatakan guru semman....
guru salman jalil pun menangis ....
copas dari Abdullah Basuttah
Subhanallah... itulah sedikit kisah orang2 tua kita dahulu dalam menuntut ilmu, beliau menggunakan uang atau fasilitas pemberian orang tuanya hanya untuk kepentingan dalam menuntut ilmu,.
semoga kita bisa mengambil iktibar dari kisah ini..
catatan :
ket foto : para penuntut ilmu dari ranah banjar dan kalimantan yang menuntut ilmu di mekkah semua orang tersebut menjadi Alim ulama setelah pulang ke kampungnya masing2.
terdapat juga disana foto Guru Semman Mulia dan Guru Salman jalil dalam foto tersebut



Bagai sobat Aswaja-Hebatnya Ulama dahulu, Memegang Pesan Orang tua

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Hebatnya Ulama dahulu, Memegang Pesan Orang tua dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Hebatnya Ulama dahulu, Memegang Pesan Orang tua , Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Hebatnya Ulama dahulu, Memegang Pesan Orang tua

0 comments:

Post a Comment