Wednesday, February 3, 2016

Menyambut Haul Solo ( bagihan Pertama )

Menyambut Haul Solo ( bagihan Pertama ) - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Menyambut Haul Solo ( bagihan Pertama ), Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Menyambut Haul Solo ( bagihan Pertama ) kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Menyambut Haul Solo ( bagihan Pertama )

Ringkasan materi selanjutnya:


Menyambut Haul Solo ( bagihan Pertama )

Alhamdulillah , kita semua diberi kesempatan untuk pernah melihat / mengenal al habib Muhammad Anis Al Habsyi Solo . Pernah mendengar suaranya . Pernah menyentuh tubuhnya dan mencium tangan sucinya . Sebuah anugerah dari Allah Ta’ala yang patut di syukuri .
Semoga saja itu pertanda bahwa kita adalah sebagihan orang-orang yang dikehendaki bernasib baik . Karena jika Allah menghendaki seorang hambanya menjadi orang baik , maka Allah akan menempatkannya kepada kebaikan . Memudahkannya melakukan kebaikan dan mengumpulkannya dengan ahli-ahli kebajikan.
Pada sebuah perjumpaan saya dengan al Habib Anis , selama perjalanan menuju kota Solo , pikiran saya terpecah . Sebenarnya saya memaksa untuk pergi ke Solo , karena sejujurnya saya tidak mempunyai cukup uang untuk perjalan pulang pergi . Tetapi saya tetap memaksa pergi juga . Dengan resiko , nanti pulangnya saya akan terhenti di tengah jalan . Dan untuk sampai ke Rumah , saya masih membutuhkan setidknya uang 50 ribu Rupiah..
Saya pasrah saja , apa nanti yang akan terjadi , bagaimana caranya pulang saya tidak perduli . Yang penting dapat sowan kepada Habib Anis al habsyi.
Pulang dari solo , di tengah perjalanan pulang itu , tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri saya dan tanpa ba bi bu dia memasukkan sebuah amplop kedalam saku gamis saya . Kaget tetapi saya tidak sempat bertanya apa-apa . Orang itu sambil senyum , berlalu begitu saja..
Amplopnya saya buka , seperti yang anda tebak , isinya uang 50 ribu rupiah !!!
Saya kemudian termenung sejenak memikirkan kejadian ini . Kejadian bagaimana jika seseorang mempunyai himmah yang kuat dalam sebuah kebaikan , maka Allah Ta’ala akan menolong dan memudahkannya . Disamping itu , kejadian inipun saya anggap sebagai salah satu bentuk keberkahan dari Al habib Anis yang melingkupi diri saya.
Secara normatif , ada kaidah “ Man Istakfa billah , kafahu . Barang siapa yang menjadikan Allah sebagai kecukupan dirinya , maka Allah akan mencukupinya . “
Al Habib Al Arif billah Muhammad bin Thahir Al Haddad Shahib Tegal berkata :
“ Salah satu kebiasanku adalah , walaupun untuk sesuatu yang sedikit( remeh ) aku tidak akan meminta – minta kepada siapapun . Kebetulan suatu hari uangku habis sewaktu aku ada di kota Surabaya . Kemudian sempat terbersit di dalam hatiku untuk meminta kepada si Fulan dan si Fulan . Aku benar-benar akan melakukannya .
Lalu aku berkata kepada diriku sendiri : “ Allah Ta’ala adalah Tuan yang ‘ lebih dekat’ dibandingkan dengan siapapun .Aku malu jika sampai meminta kepada selai Dia .”
Maka aku arahkan permintaanku kepada pintu Allah Ta’ala . Sesudah itu , akupun mandi di sebuah kamar mandi , tiba-tiba tanpa aku sangka sebelumnya , datang seorang teman memberiku sebuah kitab . Saat aku buka , di dalamnya ada sejumlah uang yang cukup buatku untuk memenuhi hajatku .
Akupun terduduk dan menangis memikirkan apa yang aku alami ini . Memikirkan tentang kelembutan kasih Allah Ta’ala ini dan memikirkan betapa cepatnya Allah mengabulkan doa-doa . “
Al Habib Muhammad bin Thahir jika menuturkan kisahnya ini , beliau selalu mengakhirinya dengan ungkapan :
“ Barang siapa yang menjadikan Allah sebagai kecukupan dirinya , maka Allah akan mencukupi dirinya . “
Sebagai isyarat bahwa tidak patut bagi seorang hamba untuk mengarahkan tujuan dan segala maksud dirinya selain kepada Tuhannya . ( Qurrotun Nadhir Jus 1 halaman 209 ).
Pada hari Sabtu ini , 22 januari 2016 , sebagai bentuk tarhib atas haul Al Habib Ali al Habasyi di kota Solo , kita akan selalu menukil beberapa Shalawat yang pernah di tulis oleh al Habib Ali . Sejumlah shalawat itu termaktub dalam Kumpulan Shalawat beliau , yang di rangkum oleh slah satu murid beliau , Al Arif billah Al Habib Muhammad bin Idrus al habasyi dalam kitab Majma’ul Lathoifil Arsyiyyah.
Dan selanjutnya , di setiap tulisan kedepan akan selalu ada cuplikan shalawat – shalawat beliau . Harapannya tentu kita dapat selalu membacanya dan mendapatkan fadhilah , pahala serta rahasia-rahasia shalawat beliau yang istemewa- istemewa.
Secara Khusus , Al Habib Anis al habasyi sudah mengijazahkan shalawat – shalawat tersebut kepada kami , dan lisanul Khal beliau mengijinkan kami untuk mengijazahkannya kepada para pecinta Habib Ali .
Dari arah Habibana Salim as Syathiriy , beliau telah menuliskan ijazah ( ijin ) untuk kami didalam hal menyebarkan /mengijazahkan amalan-amalan para Aslaf , termasuk shalawat – shalawat al habib ali ini.
Karena itu , sebagai jembatan dan wakil sahaja , kami ijazahkan setiap shalawat yang kami cantumkan di setiap tulisan – tulisan kami , dan selanjutnya agar di baca dengan penuh rindu serta cinta , tanpa melupakan doa-doa yang baik untuk kami dan kedua orang tua kami tercinta.
Dalam Lathoiful Arsyiyyah , al Habib Muhammad bin Idrus al habsyi membaginya menjadi hizib-hizib harian . Pada hizib Hari sabtu ada sekitar 43 naskah shalawat . Kita nukilkan saja dua diantaranya , dua buah shalawat yang secara redaksinya sangat mirip dan arti / maknanya yang berdekatan.
Yang pertama :
ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN
GHINA_I FAQRIY
WAHAYATI RUKHI
WASURURI QOLBIY
WANAJATI FID DUNYA WAL AKHIROH.
“ Semoga Shalawat Salam tercurah kepada tuanku Muhammad , Yang mengkayakan kefakiranku , Sang kehidupan jiwaku , Penggembiira hatiku, Penyelamat diriku di dunia dan di akhirat .”
Shalawat kedua :
ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN
SHOLATAN TAHYA BIHA RUKHI
WATANSATU BIHA JAWARIKHI
WAYAQWA BIHA QOLBIY
WAYASRI SIRRUHA FI AULADIY , WA AHLIY , WA ASHABIY
WA AKUNU BIHA SA’IDAN MAS ‘UDAN.
“ Semoga Shalawat Salam tercurah kepada Tuanku Muhammad , Shalawat yang menghidupkan jiwaku , yang menyemangatkan tubuh-tubuhku , yang menguatkan hatiku , Shalawat yang rahasianya mengalir mengenai juga anak-anakku , istri ( keluarga ) ku , dan Shahabat- shahabatku . Shalawat yang membuatku menjadi seorang yang selamat dan tterselamatkan …”

Bersambung .



Bagai sobat Aswaja-Menyambut Haul Solo ( bagihan Pertama )

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Menyambut Haul Solo ( bagihan Pertama ) dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Menyambut Haul Solo ( bagihan Pertama ), Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Menyambut Haul Solo ( bagihan Pertama )

0 comments:

Post a Comment