Wednesday, February 3, 2016

Menyambut Haul Solo ( bagihan ketiga )

Menyambut Haul Solo ( bagihan ketiga ) - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Menyambut Haul Solo ( bagihan ketiga ), Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Menyambut Haul Solo ( bagihan ketiga ) kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Menyambut Haul Solo ( bagihan ketiga )

Ringkasan materi selanjutnya:


Menyambut Haul Solo ( bagihan ketiga )

Lebih dari seratus tahun yang lampau , jika al habib Ali Shahibul Maulid mengadakan Majlis Maulid Tahunan beliau di kota Sewun , maka yang datang hadir di sana lebih dari 40 ribu orang . Jika melihat jumlah penduduk hadromut di jaman itu , 40 ribu orang itu sudah sangat banyak.

Namun yang istemewa adalah cara al Habib Ali menjamu dan menghormati puluhan ribu tamunya itu . Beliau menggambarkannya begini:
“ Di hari-hari perayaan Maulid , berkumpul tidak kurang dari 40 ribu orang , dan ( meskipun ) semua biaya dan nafkah mereka aku sendiri yang menanggung , bahkan sampai soal kayu-kayu bakar akupun sediakan semua untuk mereka .
Tetapi ( karena ) kami hidupkan agama , kami kuatkan pondasinya , maka Allah menitahkan kepada Dunia : “ Wahai Dunia … Siapa gerangan yang berhidmah kepada_Ku , maka layanilah dirinya . Namun siapa yang berhidmah kepadamu , maka perbudaklah dirinya ..”
Pada kesempatan yang lain al Habib Ali pernah berkata :
“ Aku ingatkan kalian atas nama Allah … Dirikanlah agama . Jika agama kalian tegakkan , maka dunia akan datng sendiri kepada kalian , sebab dunia itu ikut dibelakang agama .
Lihatlah diriku , sama sekali aku tidak pernah pergi ( berdagang ) ke tempat lain tetapi dihari ini siapakah yang mampu melakukan apa yang seperti aku lakukan ?
Bahkan seorang raja sekalipun . !
Siapa sekarang yang mampu menjamu para tamunya , setiap harinya dengan 100 kantong beras dan memotong 200 ekor kambing dalam sehari untuk mereka ? “
Ternyata rahisia kedermawanan al Habib Ali tersebut bukan karena beliau kaya ( meskipun memang beliau seorang yang kaya ) , namun rahasia beliau itu terletak dari keistiqamahannya menegakkan syari’ah dan agama .
Kita jika ingin mendapatkan maziyyah yang serupa ( sesuai dengan maqam kita masing-masing ) maka hendaklah meniru al habib Ali . Kuatkan Tadayyun dan ghirah keagamaan kita , maka ( tanpa susah payah mencarinya di kantor / pasar ) harta dunia akan datang sendiri mengetuk pintu rumah kita.
Dikisahkan oleh Habibana Salim bin bdullah as Syathiriy , Sang Maha raja Ulama , bahwa suatu hari al Habib Ali kedatangan tamu seorang awam yang miskin . Tetapi si miskin ini sangat cinta dengan al Habib Ali , dan berangan – angan dapat mengundang beliau untuk mampir ke gubuk Reotnya .
Saat itu dia maju dan berkata kepada al Habib Ali :
“ ijinkan saya mengundang Tuan Habib untuk datang kerumah saya dan membacakan Maulid disana . “
Habib Ali tahu persis tentang kemiskinan tamunya ini . Maka beliau yang kaya raya itu punya niat untuk menggoda / menjahili si miskin tamunya ini . Kata beliau :
“ Engkau mengundang aku sendirian itu tidak etis . Biarlah aku bersama anak-anakku , jika engkau membolehkannya .”
Si miskin berpikir , jika yang dataang hanya al Habib Ali bersama anak-anaknya maka dia pikir masih mampu menjamu . Mak dia menjawab :
“ Baiklah kalau begitu , saya mengundan Tuan beserta anak-anak Tuan untuk datang kerumah membaca Maulid.
Al Habib Ali berkata lagi : “ Nanti dulu , kalau dipikir jika hanya kami yang engaku undang , kami jadi tidak enak hati dengan para Tamu yang ada dirumah kami . Sebaiknya ,selain kami , tamu-tamu itu pun kamu undang saja …”
Si Miskin tercenung sembari menelan ludahnya . Dia pikir jika para tamu ikut di undang dattangi Maulid , maka jumlahnya bisa puluhan orang . Sedang yang di rumah hanya tersedia makanan perjamuan untuk satu dua orang saja.
Hanya saja sudah kepalang tanggung , si Miskin terpaksa menurutinya .
“ Baiklah , para tamu itu juga saya undang datang . . . “
Medengar itu al Habib Ali berkata : “ Bagaimana dengan para Santri-Santriku ? Apakah tega aku pergi ,membiarkan mereka di pondok sendiri ? “
Si Miskin sudah kehilangan akalnya . Keringat dingin sudah membanjiri wajahnya . Jika para Santri Rubath Sewun itu ikut di ajak datang maulid , maka keseluruhan yang datang bisa Ratusan orang . Saking bingungnya , dia tetap mengiyakan saja apa yang dikatakan oleh al Habib Ali . Kata dia:
“ Baiklah , saya mengundang Tuan , anak-anak Tuan , tetamu serta murid – murid Tuan untuk membaca Maulid di rumah saya .. “
“ Nah , begini kan enak ..” Kata al habib Ali al Habasyi . Sementara sepanjang perjalanan dari kediaman Habib menuju rumahnya , si Miskin ini memeras otaknya , bagaimana yang akan dia kerjakan nanti dalam urusan Maulidnya itu .
Di rumah hanya tersedia makana-makanan untuk menjamu satu dua orang saja . Tetapi nanti yang darang al habib Ali beserta rombongannya yang mencapai ratusan . Sesampainya di rumah , dia cerita “ nasib buruknya “ itu kepada Istrinya . Namun alih-alih istrinya mau beredia menenangkan pikiran kacaunya itu , istrinya malah marah besar dan memaki-maki dirinya :
“ Engkau ini bagaimana , Suamiku . Di mana otakmu itu ?! . Engkau undang ratusan orang kemari sedangkan engkau tidak mempunyai apa – apa ? “
Si Miskin itu Cuma diam saja . Dia fikir , sudah kapalang tanggung . Apa yang akan terjadi biarlah terjadi .. Semua sudah dia pasrahkan kepada Allah Ta’ala.
Namun kebingungan dia hanya berlangsung sebentar saja . Karena tiba – tiba datang beberapa pembantu al Habib Ali menemui dirinya sambil membawa aneka ragam bahan makanan dan uang yang jumlahnya sangat banyak . Mereka berkata :
“ alHabib Ali titip salam untukmu . Habib kemudian menyuruh menyerahkan barang-barang ini untukmu , agar di jadikan perjamuan di saat maulid di rumahmu …”
“ Alhamdulillah …” Teriak si Miskin .
“ Habib Ali sebenarnya mengerti keadaan memiskinanmu dan merasa senang dengan kecintaan dirimu kepada beliau . Hanya beliau ingin bercanda denganmu saja , sebenarnya …! “
Pesan penting dari beberapa kisah diatas adalah :
_ seseorang yang memegang teguh agamanya , maka tidak akan jatuh miskin dan rejeki akan selalu datang sendiri kepadanya , dari mana saja.
Berikut ini beberapa Shalawat al Habib Ali dalam Lathoiful Arsyiyyah , bagihan Hizib Hari Senin:
ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ALA ASLIL ANASIRIL KHOLQIYYATI FI KULLI MADH HAR
WA MAJMA’IL HAQOI QIL ‘IRFANIYYATI FI KULLI LATHIFATIN THUWIYAT , AW DAQIQOTIN TADH_HAR
SAYYIDI ROSULILLAHI MUHAMMADIB NI ABDILLAHIS SHODIQIL AMIN
WA ALA ALIHI WASHOHBHI WAT TABI’IN .
“ Semoga Shalawat dan Salam tercurah kepada Sang Sumber Unsur-unsur kemahlukan , didalam setiap yang terlihatkan .
Sang perangkum hakekat-hakekat kema’rifatan , di setiap aura kelembuatnnya yang tak terdeteksi dan terlihat ( oleh panca indra ) atau di dalam ( pula ) kelembutan-kelembutan ( anasir tersebut ) yang terpancar ( dan terlihat oleh indera )
Yakni Tuanku Muhammad , Sang Utusan Allah yang bersifat Jujur lagi terpercaya
Dan semoga juga tercurah kepada keluarganya dan shahabatnya dan para pengikutnya “
.ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ALA AWWALI MUTALAQQI , LIL FAIDHIL AWWAL
ALLLADHI LA SABILA LIAHADIN FID DUKHULI ILLA MIN KHAITSU DAKHOL
HHABIBINAL KARIM
AL JJAMI’I MAROTIBIL KAMALI , BIMADHOHIRIHA BISYAHADATI ( WAINNAKA LA’ALA KHULUQIN ADHIM )
SAYYIDI WAHABIBIY ROSULULILLAH
WA ABDIHI MUHAMMADINIS SHODIQIL AMIN
SHOLLOLLOHU WASALLAMA ALAIHI WA ALA ALIHI WASHOHBIHI WAT TABI’IN
“ Semoga shalawat dan Salam terlimpahkan kepada Sang Penerima Pertama Limpahan (dari Tuhan),
Yang siapapun tidak akan dapat memasukiya , selain melalui ( jalan ) yang ia tempuh itu .
Kekasihku yang teramat Mulia
Yang terkumpul di dalam dirinya ( seluruh ) tanggga-tangga kesempurnaan , dengan persaksian Tuhan didalam Firman_Nya ( Dan sungguh dirimu , wahai Muhammad , ada di dalam budi pekerti yang Agung )
Yakni Tuanku , Kekasihku Sang Utusan Allah , Hamba Allah
Muhammad yang bersifat Jujur dan dapat dipercaya .
Semoga Shalawat dan Salam terlimpahkan untuk dirinya , untuk keluarganya , untuk shahabatnya dan untuk orang-orang yang mengikuti mereka semua …”

Bersambung



Bagai sobat Aswaja-Menyambut Haul Solo ( bagihan ketiga )

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Menyambut Haul Solo ( bagihan ketiga ) dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Menyambut Haul Solo ( bagihan ketiga ), Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Menyambut Haul Solo ( bagihan ketiga )

0 comments:

Post a Comment