Thursday, January 28, 2016

Syafaat Baginda Rasulullah SAW Tidak Untuk Ummat Yang Durhaka Kepada Orang Tuanya (Sulthanul ilmi Al Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri)

Syafaat Baginda Rasulullah SAW Tidak Untuk Ummat Yang Durhaka Kepada Orang Tuanya (Sulthanul ilmi Al Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri) - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Syafaat Baginda Rasulullah SAW Tidak Untuk Ummat Yang Durhaka Kepada Orang Tuanya (Sulthanul ilmi Al Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri), Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Syafaat Baginda Rasulullah SAW Tidak Untuk Ummat Yang Durhaka Kepada Orang Tuanya (Sulthanul ilmi Al Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri) kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Syafaat Baginda Rasulullah SAW Tidak Untuk Ummat Yang Durhaka Kepada Orang Tuanya (Sulthanul ilmi Al Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri)

Ringkasan materi selanjutnya:


Syafaat Baginda Rasulullah SAW Tidak Untuk Ummat Yang Durhaka Kepada Orang Tuanya (Sulthanul ilmi Al Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri)

“Durhaka pada orang tua itu bernasab, turun temurun, pasti akan dibalas melalui keturunannya kelak…

Seorang yang menghormati ulama’ besar tapi ia meninggalkan orangtuanya artinya ia mementingkan sunnah & melalaikan wajib..
Sama seperti orang memakai imamah tapi aurotnya justru terbuka, sungguh tidak pantas..
Berkata Imam Ahmad bin Hanbal :
" Orang tua ada Tiga :
1. yang melahirkan,
2. yang memberi ilmu (guru)
3. yang menikahkanmu dengan anaknya (mertua)”
Pada saat kita kecil, orang tua mencintai kita, bersabar dengan keadaan dan tangisan kita, menghadapi berbagai tingkah pola kita, berdoa supaya kita panjang umur dan sehat sampai dewasa.
Maka wajib bagi kita bersabar terhadapnya ketika mereka sudah tua dan memiliki banyak kekurangan.
Syafaat Rosul SAW pun tak dapat menolong orang yang durhaka kepada orangtuanya dari siksa neraka kecuali orangtuanya sendiri yang memberi kesempatan padanya untuk diberi Rahmat oleh Allah.
Memutus silaturrahmi akan mendapat laknat dari Allah, tertolak seluruh amalnya, tidak akan diterima doanya walaupun ia seorang yang ‘alim…
Maka sambunglah silaturrahmi sebelum kita mati dalam keadaan terlaknat & sebelum kita masuk barzakh dengan amarah Allah selagi ada
kesempatan…”



Bagai sobat Aswaja-Syafaat Baginda Rasulullah SAW Tidak Untuk Ummat Yang Durhaka Kepada Orang Tuanya (Sulthanul ilmi Al Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri)

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Syafaat Baginda Rasulullah SAW Tidak Untuk Ummat Yang Durhaka Kepada Orang Tuanya (Sulthanul ilmi Al Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri) dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Syafaat Baginda Rasulullah SAW Tidak Untuk Ummat Yang Durhaka Kepada Orang Tuanya (Sulthanul ilmi Al Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri), Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 comments:

Post a Comment