Sunday, January 24, 2016

MENGORBANKAN HARGA DIRI DEMI RASULULLAH

MENGORBANKAN HARGA DIRI DEMI RASULULLAH - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang MENGORBANKAN HARGA DIRI DEMI RASULULLAH, Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan MENGORBANKAN HARGA DIRI DEMI RASULULLAH kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: MENGORBANKAN HARGA DIRI DEMI RASULULLAH

Ringkasan materi selanjutnya:


MENGORBANKAN HARGA DIRI DEMI RASULULLAH

Oleh: Aly bin Zein
Diwaktu mudanya Imam Junaid Baghdadi memiliki badan yang kekar dan menunjang hidupnya dengan mata pencaharian sebagai pegulat profesional.
Dan Seperti biasa, Setiap tahun diadakan kontes gulat oleh Penguasa Baghdad yang mengumumkan satu hari, "Hari ini, Junaid Baghdadi (juara bertahan) akan menunjukkan keahliannya sebagai pegulat, apakah ada orang yang berani menantangnya?".
Seorang pria tua, berdiri dengan leher gemetar dan berkata, "Aku akan ikut masuk kontes ini dan menantang dia".
Siapa pun yang menyaksikan adegan ini tidak bisa menahan diri, mereka meledak tertawa, dan bertepuk tangan.
Raja terikat oleh hukum. Dia tidak bisa menghentikan seseorang yang dari kehendak bebasnya sendiri ingin memasuki pertarungan. Orang tua itu diberi izin untuk memasuki ring. Ia berusia sekitar enam puluh lima tahun. Ketika sang juara bertahan, Junaid Baghdadi memasuki ring, ia tercengang seperti Raja dan semua penonton yang hadir. Semua memiliki pikiran yang sama, "Bagaimana mungkin orang tua ini akan mampu melawan dan menang?".
Orang tua itu berjabat tangan dengan Imam Junaid dan dengan suara lirih berkata, "Pinjamkan aku telinga Anda". (Dengarkan kata kataku) Ia kemudian berbisik, "Aku tahu adalah tidak mungkin bagi ku untuk memenangkan pertarungan ini, aku adalah seorang Sayyid, keturunan Nabi Muhammad ﷺ, Anak-anakku sedang kelaparan di rumah. Apakah Anda siap untuk mengorbankan nama Anda, kehormatan dan posisi anda untuk cinta pada Nabi Allah dan kehilangan pertarungan ini kepada ku? Jika Anda melakukan hal ini aku akan dapat mengumpulkan uang hadiahnya dan dengan demikian memiliki sarana untuk memberi makan anak-anak ku dan aku sendiri selama satu tahun penuh. Aku akan dapat menyelesaikan pembayaran semua hutang ku dan di atas semuanya, Sayyid / Tuan dari kedua dunia dan akhirat ﷺ akan senang / ridha dengan Anda. Apakah Anda, Wahai Junaid, tidak bersedia mengorbankan kehormatan Anda demi anak-anak Rasulullah ﷺ ? "
Junaid Baghdadi berpikir sejenak dan berkata, "Hari ini, aku memiliki kesempatan yang sangat baik".
Dengan tampilan yang bersemangat Junaid Baghdadi menunjukkan beberapa manuver, menunjukkan kemahiran bergulatnya sehingga Raja tidak menduga ada konspirasi apapun. Junaid dengan kemahiran yang luar biasa, tak mempergunakan kekuatan penuhnya mampu membuat dirinya sendiri terjatuh, ditindihi orang tua itu dan dengan rendah hati junaid, memproklamirkan kekalahannya...
sehingga memberikan hak kepada orang tua itu menang dan meraih hadiahnya.
Malam itu, Junaid Baghdadi bermimpi bertemu Nabi Muhammad ﷺ yang mengatakan, "Duhai Junaid, Anda telah mengorbankan kehormatan Anda, ketenaran anda yang telah diakui di seantero negeri, nama dan posisi yang digembar-gemborkan di seluruh penjuru Baghdad bertukar demi ekspresi cinta Anda untuk anak-anak ku yang kelaparan. Pada hari ini dan abadi untuk seterusnya, nama Anda akan tercatat dalam daftar Auliya (teman dari Allah)".
Setelah itu, pegulat besar ini berhasil belajar untuk mengalahkan nafsu-nya (keinginan) dan menjadi salah satu Waliyullah paling terkemuka pada masanya!"..
Sumber: Dari kitab "Tajalliyat al.jadzab" oleh Syaikh Hakim Muhammad Akhtar.
SukaKomentari



Bagai sobat Aswaja-MENGORBANKAN HARGA DIRI DEMI RASULULLAH

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang MENGORBANKAN HARGA DIRI DEMI RASULULLAH dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah MENGORBANKAN HARGA DIRI DEMI RASULULLAH, Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : MENGORBANKAN HARGA DIRI DEMI RASULULLAH

0 comments:

Post a Comment