Thursday, January 28, 2016

Dicium Rasulullah Saw (Al Imam Asy-Syaikh Abu Bakar Asy-syibli)

Dicium Rasulullah Saw (Al Imam Asy-Syaikh Abu Bakar Asy-syibli) - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Dicium Rasulullah Saw (Al Imam Asy-Syaikh Abu Bakar Asy-syibli), Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Dicium Rasulullah Saw (Al Imam Asy-Syaikh Abu Bakar Asy-syibli) kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Dicium Rasulullah Saw (Al Imam Asy-Syaikh Abu Bakar Asy-syibli)

Ringkasan materi selanjutnya:


Dicium Rasulullah Saw (Al Imam Asy-Syaikh Abu Bakar Asy-syibli)

Dalam dunia tasawuf, dikenal seorang yang bernama Syibli. Lengkapnya: Abu Bakar Dalf bin Jahdar as-Syibli.

Orang menyebutnya majnun, alias gila, sinting, nyeleneh.
Dia pernah memakai celak mata yang dicampur dengan garam, supaya ia tidak tertidur di waktu malam. Dengan begitu, ia bisa menghidupkan malam dengan shalat-shalat sunnat.
Jika datang bulan Ramadhan, maka ia makin giat beribadah melebihi orang-orang di masanya.
Mungkin inilah sebagian dari ke-nyeleneh-an Beliau.
Abu Bakar Dalf bin Jahdar as-Syibli lahir dan besar di Baghdad.
Dia bersahabat dengan Junayd al-Baghdadi dan para ulama di masanya.
Dia bermazhab Maliki.
Wafat pada tahun 334 H atau 946 M, dan dimakamkan di Baghdad.
Beliau memang punya karamah.....
Dalam kitab Syarh Ratib al-Haddad, diceritakan bahwa Beliau mendatangi majlis Abu Bakar bin Mujahid. Melihat Beliau datang, Abu Bakar bangun dari duduknya, menyambutnya, memeluknya, dan mencium keningnya.
Setelah kejadian itu, Abu Bakar ditanya oleh salah satu muridnya: ‘"Duhai Guruku...!!, Engkau melakukan yang demikian kepada Abu Bakar Dalf bin Jahdar as- Syibli..??
Padahal, engkau dan semua penduduk Baghdad menganggapnya sinting..??’.
Abu Bakar bin Mujahid menjawab:
"Apa yang aku lakukan kepadanya adalah karena mencontoh yang dilakukan Rasulullah kepadanya......
Aku pernah bermimpi melihat Dia datang kepada Rasulullah Saw....
Lalu Rasulullah bangun dari duduknya dan mencium kening dia.
Lalu dengan heran aku bertanya kepada Rasulullah: "‘Duhai Rasulullah...!, engkau berbuat demikian kepada Abu Bakar Dalf bin Jahdar as- Syibli..??’'.
Rasululullah menjawab: "Ya begitulah....
Itu karena orang ini (Syibli) sehabis shalat senantiasa membaca ayat:
"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu...
Sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu..
Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
(at-Taubah: 128).
Lalu ia melanjutkannya dengan membaca shalawat kepadaku sebanyak 3 kali’
______________________________________________________________
Surat At-Taubah ayat 128-129. mempunyai khasiat bermacam-macam bila di amalkan secara rutin.
1. dibaca 7 x sehabis shalat maghrib, Insya Allah rejeki akan lancar
2. di baca 7 x sehabis shalat subuh, Insya Allah membentengi diri kita dari ilmu hitam
3. di baca 100 kali sehabis shalat hajat, Insya Allah mempercepat terkabulnya hajat.
4. dan masih banyak lagi, seperti, disukai masyarakat banyak, di cintai lawan jenis, di segani kawan maupun lawan.
SUBHANALLAH.....itulah dahsyatNya Ayat-Ayat Allah..



Bagai sobat Aswaja-Dicium Rasulullah Saw (Al Imam Asy-Syaikh Abu Bakar Asy-syibli)

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Dicium Rasulullah Saw (Al Imam Asy-Syaikh Abu Bakar Asy-syibli) dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Dicium Rasulullah Saw (Al Imam Asy-Syaikh Abu Bakar Asy-syibli), Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Dicium Rasulullah Saw (Al Imam Asy-Syaikh Abu Bakar Asy-syibli)

0 comments:

Post a Comment