Thursday, January 28, 2016

Belajarlah Pada Laut

Belajarlah Pada Laut - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Belajarlah Pada Laut, Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Belajarlah Pada Laut kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Belajarlah Pada Laut

Ringkasan materi selanjutnya:


Belajarlah Pada Laut

Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

Begitu Maha Kuasa Allah yang telah mewedarkan ilmu-Nya di alam semesta. Dalam lautan saja sudah terdapat pelajaran yang sangat luar biasa. Rasa air laut tetap asin, sampai kapan pun, meski air sungai dan air hujan yang tawar sudah bertahun-tahun tercurah ke dalamnya. Dan ikan apa saja yang berada di dalam laut tidak berubah menjadi asin rasanya. Mau diambil berapapun ikannya, masih harus diasinkan lagi biar menjadi lauk: Ikan Asin.
Dua ciptaan Allah tadi, laut dan ikan, sudah cukup mengajari kita agar jadi umat yang tak dapat dipengaruhi, tidak mudah terkontaminasi, dan tidak mudah diadu-domba. Namun yang terjadi di Indonesia tidak demikian. Budaya kita, yang sebenarnya lebih kaya, mulai lentur karena terpengaruh budaya-budaya luar, dan terkontaminasi dengan nilai-nilai moral yang negatif. Jangan salahkan budaya luar, tapi salahkan diri kita sendiri; sudah seberapa tebal bobot kecintaan kita kepada bangsa ini? Kenapa kita bisa sampai bosan dengan budaya sendiri?
Contoh kecil saja: kita punya kemampuan memproduksi sandal dan kaos, namun jika tidak kita tulis “made in Negara-Luar-Negeri” rasanya kurang mantap dan kurang laku. Ini bukti kecil karena kita kurang PeDe menjadi warga Negara ini. Makanya, jika ingin mengalahkan/menjajah bangsa Indonesia sebenarnya mudah: hilangkan rasa kecintaan Negara di dalam hati warga negaranya.
Masalahnya: apakah Anda semua mau dijajah?



Bagai sobat Aswaja-Belajarlah Pada Laut

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Belajarlah Pada Laut dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Belajarlah Pada Laut, Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Belajarlah Pada Laut

0 comments:

Post a Comment