" Hawa nafsu sering membuat pelaku kebaikan akan terlena hingga tanpa sadar ia telah melakukan kesalahan yang tidak sebanding dengan kebaikan yang dilakukan.
Ahli ibadah yang hanya sibuk dg sholat, puasa dan berdzikir, akan tetapi ibadah itu telah menjadikannya lalai untuk menjalin keindahan dengan sesama. Itulah orang bangkrut (muflis). Satu kalimat yang menyakitkan pasangan atau saudara dan sahabat adalah dosa yang tidak terbayar dengan seribu rokaat sholat sunnah yang ditegakkan.
Begitu juga kedermawanan dan seni berinteraksi kepada sesama adalah kebaikan. Akan tetapi kebaikan itu tidak sebanding dengan dosa yang kita lakukan kepada Alloh.
Kebaikan yang kita berikan kepada sanak saudara dan sahabat jika menjadikan kita melanggar Alloh itu tanda apa yang kita lakukan dari kebaikan untuk sesama kita adalah bukan karena Alloh. Itulah orang yang tertipu (mahrur).
Tanda ketulusan adalah mendahulukan yang wajib
sebelum memperbanyak amalan sunnah.
Yang sadar hanyalah orang cerdas seperti yang
disabdakan Rosululloh SAW "
Ahli ibadah yang hanya sibuk dg sholat, puasa dan berdzikir, akan tetapi ibadah itu telah menjadikannya lalai untuk menjalin keindahan dengan sesama. Itulah orang bangkrut (muflis). Satu kalimat yang menyakitkan pasangan atau saudara dan sahabat adalah dosa yang tidak terbayar dengan seribu rokaat sholat sunnah yang ditegakkan.
Begitu juga kedermawanan dan seni berinteraksi kepada sesama adalah kebaikan. Akan tetapi kebaikan itu tidak sebanding dengan dosa yang kita lakukan kepada Alloh.
Kebaikan yang kita berikan kepada sanak saudara dan sahabat jika menjadikan kita melanggar Alloh itu tanda apa yang kita lakukan dari kebaikan untuk sesama kita adalah bukan karena Alloh. Itulah orang yang tertipu (mahrur).
Tanda ketulusan adalah mendahulukan yang wajib
sebelum memperbanyak amalan sunnah.
Yang sadar hanyalah orang cerdas seperti yang
disabdakan Rosululloh SAW "

0 comments:
Post a Comment