Thursday, May 14, 2015

Menulis Ilmu Mengabadikan Ilmu

Menulis Ilmu Mengabadikan Ilmu - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Menulis Ilmu Mengabadikan Ilmu, Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Menulis Ilmu Mengabadikan Ilmu kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Menulis Ilmu Mengabadikan Ilmu

Ringkasan materi selanjutnya:


Menulis Ilmu Mengabadikan Ilmu

Oleh Habib Muhammad Husain Anis Al-Habsyi
Dikisahkan ada seorang ulama yang ketika dalam detik-detik kemangkatannya meminta sesuatu kepada muridnya. Permintaannya di luar dugaan si murid. Sang guru memintanya untuk mengambilkan pena untuk mencatat suatu ilmu. Padahal ia dalam kondisi sakaratul maut.

Aneka ragam ilmu bermanfaat tersimpan dalam hati para ulama kekasih Allah. Mereka yang mengabdikan hidupnya dalam perjuangan mencapai ridha Allah dan melazimkan taqwa, mendapat ilmu dan pengetahuan langsung dari sisiNya. Tentunya sayang apabila ilmu-ilmu itu tidak dituangkan dalam sebuah bingkai yang kan merekamnya dan mencatatnya dalam bentuk tulisan.
Kegemaran menulis dan berkarya, adalah kegemaran para Ulama. Mereka memiliki perhatian besar dalam penulisan ilmu dan berkarya untuk ummat. Tulisan adalah kumpulan rangkaian kata yang mengajak pembacanya untuk hanyut dan terbuai didalamnya.
Bahkan ada yang mengatakan, nasehat lewat tulisan lebih mampu menghadirkan perubahan dibanding nasehat lisan. Yang tentunya semua tergantung bagaimana keikhlasan dari sumber nasehat itu sendiri.
Namun, harus dipahami juga bahwasanya ada sebagian ulama yang tidak meninggalkan karya tulis setelah wafatnya. Bukan berarti mereka tidak berkarya, namun karya terbesar mereka adalah murid-muridnya sebagai saksi atas cahaya ilmu yang ada dalam jiwa mereka.
Intinya, mari mencoba menuliskan ilmu bermanfaat yang kita ketahui. Siapa tahu tulisan singkat yang ikhlas dapat membawa perubahan untuk ummat.
Semoga bermanfaat.



Bagai sobat Aswaja-Menulis Ilmu Mengabadikan Ilmu

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Menulis Ilmu Mengabadikan Ilmu dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Menulis Ilmu Mengabadikan Ilmu, Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Menulis Ilmu Mengabadikan Ilmu

0 comments:

Post a Comment