Thursday, May 14, 2015

Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 9

Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 9 - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 9, Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 9 kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 9

Ringkasan materi selanjutnya:


Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 9

Tidak dapat dibantah lagi bahwa seseorang yang bermaksiat adalah orang yang lemah imannya. Setiap iman yang belum merasuk ke dalam hati, dan belum menghasilkan amal saleh, pasti tidak akan kuat menghadapi hantaman badai di saat mulai terlihat bayangan Malaikat maut ( ketika hendak mencabut nyawanya) dan dikhawatirkan dia akan berakhir dengan su’ul khatimah (akhir usia yang buruk). Duhai Allah kami berlindung kepada-Mu dari su’Ul khatimah dan memohon kepada-Mu husnul khatimah.

Ucapan seorang yang bermaksiat kepada seorang yang taat, “Sesungguhnya aku beriman kepada Allah sebagaimana dirimu. Kita semua beriman kepada-Nya,” adalah seperti ucapan pohon labu kepada pohon cemara, “Aku pohon dan kau juga pohon.” Dan alangkah eloknya jawaban cemara ketika ia berkata, “Kelak ketika angin musim gugur mulai bertiup, engkau akan tahu bahwa dirimu tertipu dengan menyandang nama pohon. Pada saat itulah akan tercabut akar-akarmu, akan bertebaran daun-daunmu dan akan tersingkaplah ketertipuanmu yang ikut-ikutan menyandang nama pohon sembari melalaikan berbagai hal yang membuat sebuah pohon menancap kuat di tanah. Masihkkah engkau akan mengira dirimu seperti diriku?” Seorang penyair berkata:
وسوف ترى إذا نجلى الغبار أفرس تحتك أم حمار
Saat debu-debu telah menghilang, kau kan tahu Kudakah yang kau tunggangi atau keledai
Demikian pula keadaan seorang yang bermaksiat namun ingin dianggap sama dengan mereka yang taat. Allah Ta’ala mewahyukan:
أم حسب الذين اجترحوا السيئات أن نجعلهم كالذين ءامنوا وعملوا الصلحت سواء محياهم ومماتهم ساءما يحكمون .21
“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? amat buruklah apa yang mereka sangka itu.” (Al-Jatsiah, 45:21)
Apakah sama orang yang beriman kepada Kami, membenarkan Kami, senantiasa memperkuat keimanannya kepada Kami dengan mentaati perintah-perintah Kami, dengan seseorang yang menentang perintah Kami, menyalahi aturan Kami, meremehkan Kami, berani kepada Kami? Coba renungkan dengan pikiranmu yang jernih. Allah mewahyukan:
أم نجعل الذين ءامنوا وعملوا الصلحت كا لمفسدين فى الأرض أم نجعل المتقين كا لفجار .28
“Patutkah kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah pulakah kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?” (Shad, 38:28)
Sumber: Obat Hati 1 Saduran Ceramah Al Habib Umar bin Hafidz



Bagai sobat Aswaja-Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 9

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 9 dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 9, Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 9

0 comments:

Post a Comment