Tuesday, May 19, 2015

Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 10

Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 10 - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 10, Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 10 kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 10

Ringkasan materi selanjutnya:


Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 10

Seseorang yang merawat tubuhnya dan menjaganya dengan mengkonsumsi makanan yang terbaik serta meminum berbagai vitamin yang menyehatkan tidaklah sama dengan dia yang merusak tubuhnya dengan melakukan berbagai hal yang membahayakan dan mengkonsumsi makanan yang beracun. Keduanya tidak dapat disamakan. Yang satu tubuhnya sehat dan kuat, sedangkan yang lain lemah, penuh penyakit dan dekat dengan kematian. Tidak mungkin kita mengatakan tubuh keduanya sama.

Karena itulah, jantung orang-orang arif hampir saja berhenti berdetak karena takut memikirkan sebab-sebab kematian dan tanda-tandanya yang mengerikan, di mana sedikit sekali orang yang dapat bertahan menghadapinya. Takut akan akhir usia yang buruk hampir saja membuat jantung orang-orang arif tersebut berhenti berdetak. Sebab, jarang ada yang selamat menghadapi berbagai bujuk rayu setan pada saat yang sangat genting, yaitu ketika ruh hendak dicabut. Hanya orang-orang yang kuat imannyalah yang akan selamat, yaitu mereka yang imannya sebagaimana tersebut dalam wahyu Allah Ta’ala berikut:
ألم تر كيف ضرب الله مثلا كلمة طيبة كشجرة طيبة أصلها ثابت وفرعها فى السماء .24 . تؤتى أكلها كل حين بإذن ربها ويضرب الله الأمثال
للناس لعلهم يتذكرون .25 . ومثل كلمة خبيثة كشجرة خبيثة اجتثت من فوق الأرض مالها من قرار .26 . يثبت الله الذين ءامنوا بالقول الثابت
فى الحيوة الدنيا وفى الأخرة ويضل الله الظالمين ويفعل الله ما يشاء .27 .
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Ibrahim, 14:24-27)
Sumber: Obat Hati 1 Saduran Ceramah Al Habib Umar bin Hafidz



Bagai sobat Aswaja-Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 10

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 10 dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 10, Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kewajiban dan Keutamaan Bertobat Bagian 10

0 comments:

Post a Comment