Tuesday, May 19, 2015

Anjuran Membiasakan Diri Berdzikir Kepada Allah SWT & Pengaruhnya Bagi Hati

Anjuran Membiasakan Diri Berdzikir Kepada Allah SWT & Pengaruhnya Bagi Hati - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Anjuran Membiasakan Diri Berdzikir Kepada Allah SWT & Pengaruhnya Bagi Hati, Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Anjuran Membiasakan Diri Berdzikir Kepada Allah SWT & Pengaruhnya Bagi Hati kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Anjuran Membiasakan Diri Berdzikir Kepada Allah SWT & Pengaruhnya Bagi Hati

Ringkasan materi selanjutnya:


Anjuran Membiasakan Diri Berdzikir Kepada Allah SWT & Pengaruhnya Bagi Hati

Oleh Habib Ahmad Novel Jindan
Hendaknya engkau selalu berdzikir kepada Allah SWT yang engkau khususkan di waktu tertentu atau dengan jumlah tertentu. Engkau boleh menggunakan tasbih untuk menepatkan hitungannya atau yang lainnya demi untuk memudahkanmu. Ketahuilah bahwa dzikir merupakan tiang dalam thariqah. kunci menuju keyakinan, senjata bagi para hamba Allah SWT, serta pembentang kewalian seperti yang dikatakan oleh seorang Arifin Billah.

Allah SWT berfirman:
فاذكروني أذكركم
Artinya: “Ingatlah engkau kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu.”(Qs. al-Baqarah ayat: 152).
Dalam ayat-Nya yang lain, Allah SWT berfirman:
فاذكروا الله قياما وقعودا وعلى جنوبكم
Artinya: “Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (Qs. an-Nisaa’ ayat: 103).
Dalam ayat-Nya yang lain, Allah SWT berfirman:
ياأيها الذين آمنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا
Artinya: ‘Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (Qs. al-Ahzab ayat: 41).
Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan:
أنا عند ظن عبدي بي, وانا معه حين يذكروني فإن ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي, وإن ذكرني في ملاء ذكرته في ملاء خير منه
Artinya: ‘Aku tergantung terhadap prasangka hamba-Ku kepada-Ku, Aku menyertainya tatkala ia mengingat-Ku, jika ia menyebut-Ku dalam diri sendiri Aku akan menyebutnya dalam diri-Ku dan jika ia menyebut-Ku di khalayak ramai, maka Aku akan menyebutnya di khalayak yang lebih baik darinya.‘
Dalam hadits qudsi yang lain disebutkan:
انا جليس من ذكرني
Artinya: “Aku teman duduk orang yang menyebut-Ku.‘
Baginda Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda:
ألا انبئكم بخير اعمالكم وازكاها عند مليككم وارفعها في درجاتكم وخير لكم من إنفاق الذهب والورق ومن ان تلقوا عدوكم فتضربوا اعناقهم ويضربوا اعناقكم ؟ قالوا بلى, قال: ذكر الله
Artinya: “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang sebaik-baik amalan kalian, yang paling bersihnya dihadapan Tuhan kalian, yang paling mengangkat derajat kalian dan lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak dan lebih baik daripada kalian berhadapan dengan musuh kalian lalu kalian menebas leher mereka dan mereka menebas leher kalian.’ Kemudian mereka menjawab Mau Wahai Rasulullah.’ Kemudian beliau Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda: Berdzikirlah kepada Allah.
Dzikir memiliki buah yang mana hasilnya akan dijumpai oleh orang yang menekuninya dengan penuh adab dan khusyu.’ Ketahuilah, bahwa hasil paling kecil adalah, ia akan mendapati kemanisan dan kelezatan berdzikir yang akan membuatnya meremehkan kelezatan duniawi yang ia ketahui. Sedangkan hasil puncaknya adalah ia akan tenggelam dan tana kepada yang disebut dari apapun selain-Nya.
Barangsiapa yang duduk dalam keadaan suci di tempat yang sepi sambil menghadap kiblat penuh ketenangan sambil menundukkan kepala lalu ia menyebut nama Allah SWT dengan hati khusyu’ dan penuh adab ia akan menjumpai dari dzikirnya bekas yang nampak dalam hatinya, jika ia terus menekuninya, maka akan terpancar padanya cahaya kedekatan dan tersingkap baginya rahasia-rahasia ghaib.
Cara berdzikir yang terbaik adalah menyatukan antara hati dan lisan. Pilihlah bacaan yang cocok dengan hatinya. Sedangkan berdzikir dalam hati hendaknya menghadirkan arti dzikir yang dibaca oleh lisan, sebagaimana makna kesucian serta keesaan saat bertasbih dan bertahlil.
Sumber : Nasihat Untukmu Wahai Saudaraku Karya al-Allamah al-Habib Abdullah bin Alwi AlHaddad



Bagai sobat Aswaja-Anjuran Membiasakan Diri Berdzikir Kepada Allah SWT & Pengaruhnya Bagi Hati

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Anjuran Membiasakan Diri Berdzikir Kepada Allah SWT & Pengaruhnya Bagi Hati dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Anjuran Membiasakan Diri Berdzikir Kepada Allah SWT & Pengaruhnya Bagi Hati, Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Anjuran Membiasakan Diri Berdzikir Kepada Allah SWT & Pengaruhnya Bagi Hati

0 comments:

Post a Comment