Wednesday, February 8, 2012

Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia

Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia, Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia

Ringkasan materi selanjutnya:


Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia


 
 
Jakarta - Istana melalui Staf Khusus Kepresidenan bidang Penanggulangan Bencana menggelar diskusi terkait 'harta karun' berusia ribuan tahun di Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat. Diskusi ini bakal ditayangkan di seluruh dunia. Wah!

"Akan diliput oleh hampir seluruh media masa nasional, dan beberapa media masa internasional. Selain itu akan ditayangkan langsung ke seluruh dunia, melalui TV live streaming," kata Staf Khusus Kepresidenan bidang Penanggulangan Bencana, Andi Arif, dalam pesan singkat ke detikcom, Senin (6/2/2012).

Andi mengatakan, diskusi Selasa (7/2) esok berisi ekspose hasil-hasil penelitian tentang bencana katastropik purba. Kegiatan akan digelar pukul 09.00 - 15.00 WIB di Gedung Krida Bhakti, Sekretariat Negara, Jl Veteran No 12, Jakarta.

Dalam acara akan diperkenalkan pula Tim Peneliti Bencana Katastropik Purba (BKP), dan spesifik penemuan terbaru tentang Gunung Padang di Cianjur dan Gunung Sadahurip di Garut. Peserta yang sudah terdaftar mencapai 400 orang.

"Terdiri dari berbagai kalangan khususnya bidang kebumian, arkeologi, antropologi, dll dari berbagai perguruan tinggi, komunitas, lembaga penelitian, masyarakat umum, dan pemerintah," jelas Andi.

Sebelumnya Andi yakin ada bangunan bersejarah ditemukan di pegunungan di Garut. Umur bangunan yang terpendam dalam gunung itu diyakini lebih tua dari Piramida Giza di Mesir.

Namun keyakinan Andi Arief dan timnya tersebut diragukan kalangan lainnya. Arkeolog UI, Irmawati M Johan, menyebut bangunan tertua di Indonesia yang ditemukan dan sudah diteliti berdasarkan bukti ilmiah adalah candi yang dibangun pada abad 7 Masehi. Belum ada bangunan yang ditemukan sebelum era Masehi.

Sekadar catatan, Piramida Giza di Mesir selama ini dikenal sebagai piramida tertua dan terbesar dari 3 piramida yang ada di Nekropolis Giza. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu, dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 sebelum Masehi.

(vit/ndr)
Baca Juga



Bagai sobat Aswaja-Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia, Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia

0 comments:

Post a Comment