Monday, January 2, 2012

Sultan Nusantara Cermati Dinar Dirham

Sultan Nusantara Cermati Dinar Dirham - Sobat Aswaja dimanapun berada, Biografi Ulama Se Nusantara , hadir untuk mengobati kerinduan kita kepada cerita atau ajaran berbagai salafusholihin di berbagai Nusantara yang tak pernah lekang oleh zaman. Dan melalui portal ini diharapkan setiap muda-mudi para pejuang Islam bangkit untuk menjadikan Islam yang rohmatan lilalamin sesungguhnya. Tanpa adanya kekerasan dan hanya kelembutan dalam penyampiananya. Serta diharapkan dapat tumbuh kembang kecintaan kita terhadap negara kita.

Sedikit mengulas tentang Sultan Nusantara Cermati Dinar Dirham, Kita dapat memmetik pelajaran yang terkandung didalamnya dan mampu mengamalkanya.Dengan Sultan Nusantara Cermati Dinar Dirham kita bisa ambil yang baiknya saja jadikan semuanya merupakan ajang untuk mencari ridho Allah Semata dan menjadikan kita menjadi manusia yang insan kamil mukamil. Baik dalm bernegara maupun berkeluarga.


Artikel yang dibaca di Biografi Ulama Se Nusantara: Sultan Nusantara Cermati Dinar Dirham

Ringkasan materi selanjutnya:


Sultan Nusantara Cermati Dinar Dirham

Sultan Nusantara Cermati Dinar Dirham

Dalam sebuah pertemuan di Keraton Kasepuhan, Cirebon, lebih dari 20 Sultan se-Nusantara kembali mengenali Dinar dan Dirham.

Pertemuan itu berlangsung dengan sangat bersahaja, bertempat di Bangsal Pagelaran, dalam komplek Keraton Kasepuhan, Cirebon. Seharian penuh, Senin 19 Desember 2011 lalu, para Sultan yang datang dari berbagai kesultanan, di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, NTB, Maluku, sampai Papua, bersarasehan membahas persoalan kebangsaan saat ini. Hadir dalam pertemuan tersebut, dan memberikan berbagai masukan, Pengurus Majelis Kebangsaan Pancasila Jiwa Nusantara.

Laksamana Slamet Soebiyakto beserta jajarannya dari Majelis Kebangsaan memberikan penjelasan betapa sistem demokrasi telah menyeret bangsa Indonesia ke dalam persoalan kemanusiaan secara mendasar. Demokrasi yang didasarkan kepada persaingan bebas telah menghilangkan sifat-sifat dasar yang baik pada manusaia, seperti kasih sayang, tolong menolong, serta gotong royong, dan menghilangkan martabat manusia.

'Kita harus kembali kepada musyawarah. Kepemimpinan tidak seharusnya ditetapkan melalui proses pemilihan berdasarkan suara terbanyak,' adalah bagian dari solusi yang diberikan Majelis Kebangsaan.

Dalam salah satu sesi, Pak Zaim Saidi, yang hadir sebagai pengamat atas undangan Sultan Sepuh XIV, menambahkan bahwa ada soal penting lain yang harus dibahas, yaitu soal finansial. Harus dipahami bahwa sumber kekuasaan politik ada pada uang, yang saat ini dimanipulasi dan dikendalikan oelh segelintir orang. Solusi untuk itu, sebagaimana ia sampaikan kepada peserta, 20 di antaranya adalah para Sultan dari berbagai pelosok Nusantara, adalah menyatukan kembali kekuasaan dan sumbernya menuruti hukum Ilahi, Syariat Islam. Dan itu berarti mengembalikan peran dan wewenang para Sultan untuk menerbitkan dan mengedarkan Dinar dan Dirham, dan menarik zakat atasnya, untuk diratakan kepada kaum Dhuafa, beserta Fulus untuk uang recehnya .

Atas uraian yang singkat dari Pak Zaim tersebut, para Sultan menyambut dengan gembira, dan berharap agar mendapat penjelasan yang lebih detil nantinya dalam kesempatan lain. Kepada para Sultan Pak Zaim membagikan sebuah risalah berjudul 'Di Ambang Runtuhnya Demokrasi: Menyongsong Kembalinya Sultaniyya di Nusantara'. Para Sultan, tampak sangat paham bahwa Dinar dan Dirham dan syariat Islam, bukan barang asing, melainkan bagian dari tradisi masa lalu para tetua kita dulu.
(001)

sumber : http://wakalanusantara.com/detilurl/Sultan.Nusantara.Cermati..Dinar.Dirham/1066/id



Bagai sobat Aswaja-Sultan Nusantara Cermati Dinar Dirham

Kami harap ulasan tadi yang mengenai tentang Sultan Nusantara Cermati Dinar Dirham dapat memberikan kesan buat anda, lebih-lebih dapat merubah cara berfikir kita selama ini tentang situasi dan kondisi yang terkait dengan masalah Sultan Nusantara Cermati Dinar Dirham, Mari membuka diri untuk mengembangkan dan menyiarakan Islam sesuai dengan ajaran para ulama Nusantara pendahulu kita dengan tetap mengedepankan kasih sayang dan tenggang rasa. Untuk kemajuan portal ini silahkan corat-coret dimari salam Aswaja.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sultan Nusantara Cermati Dinar Dirham

0 comments:

Post a Comment